ARTIKEL BIOGAS

PEMBANGKIT ENERGI PANAS TENAGA BIOGAS

Kelas 9D Kelompok 6

Ross Aditya (28), M. Rizal M (18), Darmawan (08), N. Salma (24)

SMP NEGERI 8 KOTA MOJOKERTO

smpn8mjkt@gmail.com


ABSTRAK

Biogas merupakan salah satu energi yang potensial untuk dijadikan sebagai energi terbarukan. Substrat yang digunakan pada biogas adalah limbah sayuran dan bahan tambahan yaitu EM4 dan gula. Digester biogas merupakan peran penting dalam proses biogas ini. Digester biogas yang digunakan adalah botol 1,5 L karena bersifat anaerob, mudah digunakan dan mampu menjaga panas dengan cukup baik. Semakin kecil kadar oksigen pada digester, gas metana yang dihasilkan lebih besar, begitu juga sebaliknya.


Kata Kunci: Biogas, Limbah Sayuran, Digester, EM4, Gas Metana


1. PENDAHULUAN

a. Latar Belakang

Biogas merupakan salah satu energi berupa gas yang dihasilkan dari bahan-bahan organik. Biogas merupakan salah satu energi terbarukan. Bahan Bahan yang dapat digunakan untuk produksi biogas adalah bahan organik berupa limbah sayur, limbah buah, limbah rumah tangga, limbah rumah makan dan kotoran ternak. Salah satu inovasi bahan yang digunakan dalam pembuatan biogas adalah dari bahan limbah pasar (sayur dan buah).

b. Rumusan Masalah

  • Bagaimana proses pembuatan pembangkit energi panas tenaga biogas?
  • Apa alat dan bahan yang dibutuhkan?
  • Apa faktor yang mempengaruhi kualitas gas yang dihasilkan?
c. Tujuan
  • Tujuan pembuatan pembangkit energi panas tenaga biogas antara lain: 
  • manfaatkan limbah organik
  • kemandirian energi 
  • meningkatkan nilai tambah limbah 
  • pupuk organik berkualitas
  • mengurangi penggunaan bahan bakar fosil
  • meningkatkan kualitas udara 
d. Manfaat
  • Mafaat pembuatan pembangkit energi panas tenaga biogas antara lain: 
  • pengolahan limbah
  • energi terbarukan 
  • mencegah emisi gas rumah kaca 
  • peningkatan ekonomi lokal


2. DESKRIPSI ALAT PEMBANGKIT ENERGI PANAS TENAGA BIOGAS

Pembangkit panas tenaga biogas menggunakan bahan biogas yang didiamkan di dalam botol selama 1 minggu. Kemudian gas yg terdapat pada botol disalurkan menggunakan selang infus sampai ke tatakan api menggunakan jarum suntik sebagai tempat keluarnya Gas Metana. Berikut adalah beberapa komponen yang dibutuhkan antara lain:

Alat: 

  • Botol
  • Selang Infus
  • Lakban
  • Jarum Suntik
  • Kardus (sebagai alas)
  • Korek Api

Bahan: 

  • Limbah Sayuran
  • Air
  • EM4
  • Gula Pasir


3. KESIMPULAN DAN SARAN

a. Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian, disimpulkan bahwa limbah organik memiliki potensi digunakan sebagai bahan baku organik pembuatan biogas. Semakin lama proses fermentasi, maka gas yang diproduksi juga semakin baik dan semakin banyak, ditandai dengan bertambahnya volume digester dari hari ke hari yang mengindikasikan terdapat pertambahan volume gas di setiap harinya. Kualitas gas yang dihasilkan selama produksi biogas dipengaruhi oleh temperatur, tingkat keasaman, dan komposisi bahan organik.

b. Saran

Agar biogas dapat digunakan untuk kebutuhan sehari hari, perlu inovasi lebih lanjut untuk meningkatkan efisiensi produksi biogas, terutama di daerah bersuhu rendah. Selain itu, Subsidi dan kemudahan akses kredit harus ditingkatkan untuk mempercepat pembangunan infrastruktur biogas di daerah pedesaan.


4. DAFTAR PUSTAKA

Ageng Tri Anggito, 2014, STUDI PEMBANGKITAN ENERGI LISTRIK BERBASIS BIOGAS, Universitas Pendidikan Indonesia,


TS MURDIANTO, 2017, BAB I, Universitas Muhamadiyah Ponorogo


Wita Fidela , Dini, D. N. Putri, Duni Ayu, Jelly K. Sari, Regina, T. Berlian, Yiyin P. Ningky, Yolanda Azzahra, Yusi Febriani, Zhafira, Yuni Ahda, Suci Fajrina, 2024, Pemanfaatan Kotoran Sapi Menjadi Biogas Sebagai Upaya Pengendalian Limbah Peternakan


Komentar